

Spesifikasi:
Engine : 4 Stroke, DOHC 4 Valves, Liquid Cooled
Cylinder Capacity : 149.4 CC.
Bore x Stroke : 63.5 x 47.2 mm.
Compression Ratio : 11: 1
Engine Start Type : Electric Start
Ignition : CDI DC
Sparking Plug : CR8E (NGK) or U24ESR-N (DENSO)
Transmission : 6 Speeds
Clutch Type : Wet, Multiple Disks
Gear Ratio * : 1 3.038
2 1.941
3 1.500
4 1.227
5 1.041
6 0.923
Gear Ratio Primary / Last : 3.260 / 2.933
Dimension (W x L x H) : 652 x 1,910 x 1,065 mm.
Wheel Base : 1,286 mm.
Ground Clearance : 172 mm.
Seat Height : 776 mm.
Caster / Trail Space : 25
Degree / 88 mm.
Dry Weight : 115 Kgs.
Suspension Front : Telescopic
Suspension Rear : Monoshock
Brake Type Front : Disc Brake, Disc Plate Size 276 mm.
Brake Type Rear : Disc Brake, Disc Plate Size 220 mm.
Tyre Size Front : 80 / 90 – 17 M/C 44P (Tubeless)
Tyre Size Rear : 100 / 80 – 17 M/C 52P (Tubeless)
Battery : MF Size 12 V. – 5 Ah
Fuel Tank Capacity : 10 Liters
Fuel Type : Unleaded Gasoline Octane 91 Up
- d'story
motor kesayangan gw, (cbr 150r). desainnya sih turunan dari CBR 600 F4.. gw punya ni motor sejak taun 2007 bulan desember., waktu gw klz 2 sma., d motor ni banyak bgt kenangan2 yg bsa gw lpain.,.
wktu it yg nma'a cbr masih lumayan jarang., bahkan duplikatnyapun blum ad alyas masi blum pd tw., jd puas banget pke ni motor., tapi memasuki pertengahan tahun 2008 mulai byk dah tu motor pabrikan cina yg menyamai motor gw., yg gw kesel dari pemilik motor cbr palsu itu karna kebanyakan dr mereka terlalu bnyk gaya nd sombong klo d jalan., pke d ganti sgala lah lambangnya pke pny honda., "biar d bilang cbr x yah"., tp tetep aj kualitas tu bsa ngebuktiin.,. hahaa
klo menurut gw ni motor pny kelemahan., jika berkendara biasa lalu turun gigi dari gigi 3 ke gigi 2., maka akan terasa "nyentak"., klo menurut gw mingkin karna ni motor semi racing jadi gigi2 di buat lebih kuatengine brakenya., hoalah.,
yg bkin gw seneng pke cbr karna ni motor irit bgetttttttzzzzz., jd ga bnyak2 ja2n bensin kn., (tp dlm kondisi mesin standar).
dibandingin motor lama gw "kawasaki ninjar", cbr jauh lebih halus enak diliatnya.,. walaupun sentakannya jauh lebih enak ninja., but., cbr is dbest...
berhubung blum lma ni gw biz beres2 gudang., gw nemuin majalah otomotif lma yg jadul tentang honda cbr., so langsung gw posting aj deh.,
Upgrade Honda CBR150R-Modal ngebut 190Kpj… Ada 5 langkah, Langkah2 ini stylenya cuma P’N’P alias plug and play, jadi masih belum extreme dan layak untuk harian.
1)Knalpot
Knalpot standar CBR 150 R sebetulnya sudah dilengkapi katalisator untk menekan emisi gas buang. Jadi bisa diganti dengan merek Endurance atau Yosimura. Kalau Endurance lebih enak putaran bawah, kalau Yosimura putaran atas.
Well, untuk masalah exhaust ini sih… Kalau memang sudah lebih banyak (udara+bensin) yang masuk dan limit rpm meningkat maka memang sudah wajib ganti. Tapi untuk urusan mesin standar mending gak usah ganti knalpot, karena kalau belinya gak bagus cuma bikin putaran atasnya “ngempos” karena nggak ada tendangan balik dari knalpot. Sayangnya saya tidak bisa menjelaskan secara teknisnya, tapi itu diperlukan untuk harian sebagai peningkat torsi pada rpm tinggi…
2)Karburator
Karburator standar CBR merupakan karbu vakum yang memerlukan isapan dari piston untuk membuat karet skepnya tertarik dan terangkat. Makanya kadang membuat lelet, untuk itu disarankan diganti dengan Keihin PWK 28 yang venturinya masih sebesar CBR standar, kan disini temanya P’N’P. Filter udara dilepas. Dan pakai gas spontan.
Catatan saya:
-
Dimajalah sudah ada yang melakukan pembesaran porting sebanyak 2mm, jadinya Keihin PWK-nya juga sudah direamer menjadi 30mm… Pendapat gw sih kalau mau lebih bisa tuh… Toh di moge Honda 599 (versi harian CBR600R) memakai keihin injeksi 34mm TIAP SILINDER… Tapi diameter pistonnya 67mm (CBR 150R 63,5mm). Sayangnya gw buka situs www.sudco .com tidak ada karbu PWK, ataupun PE yang berukuran 31mm. Tapi toh untuk harian cukup itu saja…
-
Lebih baik pakai gas spontan, soalnya untuk full throttle pelintirannya terlalu dalam, kadang malah saya menggeser tangan untuk full throttle.
3)Pengapian
Masalah CDI racing sih ada pilihan merek Shindengen atau Direct dari Thailand… Kalau yang standar dibatasi sampai 10.500rpm. Tapi CBR gw bisa 12.000rpm sih baru mberebet. Kalau yang dari Thailand bisa mencapai 13.500. Pilihan local ada dari BRT.
4)Kopling
Kalau dimajalah sih kopling dimodifikasi. Peredam karet kopling dilepas lalu pegas penekan diganjal 3mm.
Komen gw sih emang CBR setengahnya berbasis kendaraan harian, jadinya kopling (jika standard dan belum disetel) memang jarak mainnya panjang… Tujuannya sih untuk setengah kopling mungkin… Toh waktu Marco Melandri ke Indonesia dan ngajarin balap ke pembalap Indonesia. Ada salah satu pembalap yang belajar, “saya baru belajar kalau sebetulnya kopling gak usah ditekan penuh…”. Kalau gw saran sih jangan dilakukan… Cepet rusak bro…
5)Final gear
Ini untuk rider yang seneng top-speed ketimbang akselerasi. Rasio gir diperberat 1 sampai 1,5. Misalnya pakai 15/44 dengan rantai ukuran 428, atau dengan ukuran 14/40 dengan ukuran rantai 415
No comment untuk yang ini…
6)Porting dan Polishing *(tambahan)*
Sumber: Majalah otomotif edisi No.20/XV Senin, 19 September 2005


